Pengembangan Potensi Perikanan Desa Sialang Pasung

Hasil perikanan yang diperoleh para nelayan desa Sialang Pasung pada umumnya akan langsung dijual ke konsumen di desa Sialang Pasung maupun di Selat Panjang. Namun ada kalanya hasil tangkapan para nelayan ini tidak habis terjual dan menyebabkan hasil perikanan tersebut tidak segar lagi. Di desa Sialang Pasung, hasil tangkapan nelayan seringkali berlimpah terutama udang rebon.

Namun sayangnya udang rebon segar tidak memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga para nelayan lebih sering mengolahnya menjadi udang kering.
Pengolahan hasil perikanan di desa Sialang Pasung masih sangat sedikit. Adapun untuk hasil olahan yang dijual masih sebatas pengolahan ikan asin dan kerupuk ikan. Untuk meningkatkan keahlian para nelayan dalam mengolah hasil perikanan maka Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Riau mengadakan pelatihan pengolahan dan pengemasan hasil perikanan pada Senin, 29 Juli 2019 terutama untuk pengolahan udang rebon agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan meningkatkan daya beli konsumen. Adapun pelatihan yang dilakukan yaitu tentang proses pembuatan nugget dan bakso yang ditaja langsung oleh Dosen Perikanan dan Ilmu Kelautan, Ibu Teten Suparmi dengan ketua tim Ibu Nursyiwarni.

Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh ibu-ibu yang mayoritas suaminya bekerja sebagai nelayan. Dalam pelatihan ini dilakukan kegiatan demonstrasi pembuatan produk pengolahan nugget dan bakso ikan. Para ibu bersikap antusias dan mengikuti jalannya pelatihan dengan baik. Selain dari segi pengolahan, para ibu juga dilatih untuk melakukan pengemasan dan teknik pemasaran produk agar produk yang dihasilkan lebih dikenal masyarakat luas.

Diakhir acara pelatihan, para ibu diberikan beberapa sampel yang telah jadi dan untuk menarik minat untuk mengembangkan produk perikanan yang diperoleh. Selain itu, terdapat juga beberapa agenda lain dalam pelatihan ini yaitu adanya rencana pembentukan kelompok usaha dan pemberian beberapa alat produksi sebagai salah satu modal usaha para ibu di desa Sialang Pasung oleh Tim Pengabdian Universitas Riau.

Aditya Rachman Aliunputra

Crew Sialang Pasung

Jantung Perikanan Desa Sialang Pasung

Pemandangan dari Pondok Gema
Sialang Pasung merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Rangsang Barat dan letaknya cukup strategis karena berada di lalu lintas penyeberangan dari Ibukota kabupaten Meranti (Selat Panjang) ke desa-desa yang berada di Pulau rangsang terutama ke kecamatan Rangsang barat. Letaknya yang dekat dengan wilayah perairan memungkinkan sebagian besar penduduk Sialang Pasung bermatapencaharian di bidang perairan seperti nelayan, pengolah ikan asin, dan penyeberangan kempang (kapal penyeberangan dari Sialang Pasung menuju Selat Panjang dan sebaliknya).

Salah satu daerah di Sialang Pasung yang paling banyak menyuplai hasil perikanan baik berupa ikan segar maupun ikan yang telah diolah yaitu suatu tempat yang biasanya warga Sialang Pasung menyebutnya dengan Gema yang berada di Dusun II Sialang Pasung. Letak Gema sendiri berada di pinggiran laut dengan pondok-pondok kayu yang kokoh sebagai persinggahan para nelayan sebelum membawa hasil perikanannya ke Selat Panjang untuk dijual.


Sebelum para nelayan membawa hasil perikanan ke Selat Panjang, hasil perikanan yang diperoleh akan disortir terlebih dahulu di Gema dan biasanya warga Sialang Pasung akan menunggu para nelayan untuk membeli hasil perikanan sebelum dijual ke Selat Panjang. Adapun hasil perikanan yang sering di peroleh nelayan yaitu ikan lomek, udang berduri, udang merah, kepiting rajungan, ikan langgai atau layur, ikan tenggiri, dan sotong.


Ikan Lomek merupakan salah satu jenis ikan yang menjadi favorit warga Sialang Pasung. Ikan Lomek memiliki ciri-ciri fisik ; tidak bertulang keras, berwarna hampir transparan, dan memiliki gigi-gigi yang tajam pada rahangnya dan rahang bagian bawah lebih panjang dari rahang atas. Meskipun begitu, ketika diolah ikan lomek memiliki rasa yang enak dan biasanya di Sialang Pasung ikan lomek sering diolah menjadi asam pedas.

Novi Astria

Crew Sialang Pasung